Tampilkan postingan dengan label Amerika Latin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Latin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

menyibak Kisah Peradaban Kuno Kuhikugu di Amazon

The Last Expedition

Pada tanggal 29 April 1925 Fawcett masih melakukan kontak dengan isterinya melalui telegrap, ia mengatakan akan memasuki sebuah kawasan peradaban tertutup di hutan Amazon, ia akan menyeberangi hulu sungai Xingu di tenggara anak sungai Amazon.
Dan sejak itu tidak ada kabar terdengar lagi dari mereka. Matto Grosso adalah nama region di sekitar sungai Xingu tempat dimana mereka menghilang.

Banyak yang mengira mereka tewas dibunuh oleh suku Indian setempat, Suku Kalapalos satu dari tiga suku indian terakhir yang bertemu dengan mereka mengatakan bahwa mereka tampak seperti sedang sakit.
Tidak ada bukti yang menguatkan adanya pembunuhan oleh suku suku Indian yang mereka masuki wilayahnya. Sebab suku suku Indian di wilayah Matto Grosso cukup ramah, kecuali Suku Indian disebelah Timur.

Pada tahun 1927 sebuah plat nama milik Fawcett ditemukan pada salah satu suku Indian lainnya, tapi plat ini ternyata diberikan langsung oleh Fawcett kepada kepala suku pada ekspedisi 5 tahun sebelumnya.
Dan pada tahun 1933 bulan Juni, Kolonel Aniceto Botelho menemukan sebuah Kompas milik Fawcett di region Mato Grosso disekitar pemukiman Indian Suku Bacairy.
Dan hasil penyelidikan mengatakan bahwa perjalanan memasuki belantara Amazon dimulai setelah kompas itu tertinggal di pemukiman Bacairy. Bisa jadi ia mampir dipemukiman, mengutarakan maksudnya memasuki hutan dan dijamu oleh suku Bacairy dan kompas itu terlupa dibawanya.

Pertemuan dengan Penjelajah Lain

Dalam sebuah buku yang saya baca (The Fate of Colonel Fawcett), ada dua penjelajah lain yang pernah bertemu Fawcett di pedalaman Amazon, Fawcett dikatakan hidup selama lima tahun bersama suku Indian.
Ia mengumpulkan bermacam macam batu bersama seorang yang lebih muda dan seorang lagi sedikit lebih tua. Tom Roch petualang pertama yang menemukan mereka pada tahun 1931 di region Matto Grosso.
Dan seorang lagi adalah Miguel Trucchi. Kepada Miguel, Fawcett mengatakan ia memiliki alasan khusus untuk tetap tinggal dan menetap bersama suku Indian pedalaman, namun lokasi mereka bertemu bukan di Matto Grosso tapi di Rio das Mortes.

Dan pada bulan Juli 1933, Seorang Administrator Apostolik di wilayah Matto Grosso yang bernama Monseigneur Couturon mengirimkan catatan perjalanannya ketika melalui Sungai Kuluene yang isinya menyebutkan bahwa mereka bertemu tiga orang yang sesuai ciri cirinya dengan tim Fawcett pada tahun 1932, dilaporan itu tertulis Fawcett tinggal dan menetap bersama Suku Indian Aruvudu . Jack Fawcett junior telah menikah dengan wanita Indian dan memiliki seorang anak laki laki.

Namun pada tahun 2005 kisah lain muncul, seorang penulis dari The New Yorker, David Grann mengunjungi suku indian Kalapalos dan mendapatkan cerita dari mulut ke mulut bahwa, Fawcett dan timnya menetap bersama mereka untuk sementara dan melanjutkan perjalanan ke arah timur.
Suku Kalapalos juga mengingatkan mereka agar tidak memasuki peradaban yang mereka cari diarah timur itu, sebab wilayah itu dijaga oleh suku indian yang suka menyerang.
Lima hari sepeninggalan Fawcett ke arah timur, terlihat bumbungan asap meninggi dari perkemahan mereka. Semua itu disaksikan oleh suku Kalapalos. Kisah lengkap pencarian jejak Fawcett di tulis pada buku The Lost City of Z.

Peradaban Kuhikugu dan The Lost City of Z

Baiklah, pencarian kita mulai. Kuhiguku adalah sebuah situs peninggalan masa lalu dari sebuah peradaban Indian di hutan hujan Amazon, berlokasi di tenggara hulu sungai Xingu, Brazil. Apa yang unik dengan situs ini adalah, hampir semua yang di tuliskan oleh penjelajah Portugis pada Manuskrip 512 mirip dengan situs ini.

Manuskrip 512 menceritakan adanya gerbang besar menuju kota yang dikelilingi rumah-rumah besar dan ada kuil di dalamnya, kota misterius tanpa penghuni yang memiliki plasa megah, kolam-kolam air mancur dan jalan-jalan yang luas.
Siapa pun pasti akan terkagum kagum jika melihat bentuk suatu kota megah yang belum pernah dilihat sama sekali.
Nah bagaimana dengan situs Kuhiguku? Situs ditemukan pertama kali oleh Michael Heckenberger bersama suku lokal Kuikuro yang merupakan keturunan dari suku Kuhikugu.
Situs ini berlokasi di hulu sungai Xingu, memiliki dua puluh delapan kota dan desa-desa di area seluas 7.700 km persegi yang mampu menampung 50.000 orang penduduk. Peradaban yang diperkirakan ada sejak 1.500 tahun lalu dihuni kembali sekitar 400 tahun lalu.
Banyak parit-parit pagar pertahanan yang besar dibangun disekitar pemukiman, memiliki beberapa plasa melingkar seluas 150 m di beberapa kota. Kota-kota dan pemukiman Kuhikugu ini dihubungkan oleh jalan-jalan yang lebar, sungai-sungai yang diatur disisi jalan raya dengan jembatan-jembatan penyeberangan yang bisa dilintasi oleh sampan-sampan kano di bawahnya.
Masyarakatnya hidup dengan bercocok tanam, mereka juga membangun bendungan dan kolam-kolam ikan. Dan tradisi berternak ikan ini masih diteruskan oleh Suku Kuikuro yang mewarisi tradisi suku pendahulu mereka, peradaban Kuhikugu.

Peradaban ini mulai ditinggalkan penduduknya pada awal abad ke 16, ketika itu penjelajah Eropa datang dan menetap di pemukiman mereka dengan membawa wabah.
Hampir dua pertiga penduduknya mati akibat wabah ini, dan kota pun ditelan oleh rimbunnya hutan belantara Amazon, hingga ditemukan kembali oleh penjelajah Portugis pada tahun 1743 dan diberi nama City of Z oleh Percy Harrison Fawcett.

Nah apakah kalian bisa membandingkan gambaran tentang kota misterius dari Manuskrip 512 dengan Peradaban Kuhikugu dilokasi yang sama? Hulu sungai Xingu adalah region Matto Grosso, memiliki banyak kesamaan dengan kota yang ditemui penjelajah Portugis pada 1743.
Posisi Google Earth: 11.232 S 53.185 W
Situs Kuhikugu saat ini menjadi bagian dari Taman Nasional Xingu (Xingu Indigenous Park) seluas 26,420 Kilometer persegi di Hutan hujan Amazon, Brazil. Presiden Brazil saat itu, Janio Quadros menandatangani peresmian Taman Nasional Xingu pada 14 April 1961.

Sumber :
taukahkamu.com

Jumat, 15 Januari 2010

MISTERI BATU PURBAKALA ICA

Rabu, 04 November 2009
MISTERI BATU PURBAKALA ICA


Sebuah batu Ica yang ditemukan oleh Dr. Javier Cabebra, Peru, lukisan yang terdapat diatas batu identik sama dengan lukisan raksasa Nasca yang difoto dengan pesawat udara. (INTERNET)
Sebuah batu Ica yang ditemukan oleh Dr. Javier Cabebra, Peru, lukisan yang terdapat diatas batu identik sama dengan lukisan raksasa Nasca yang difoto dengan pesawat udara. (INTERNET)
(Epochtimes.co.id)

Kontroversi sejarah yang penting pernah muncul di tahun 1960an ketika beberapa batu ditemukan di sebuah gua di Ica, Peru. Mayoritas arkeolog dan paleontologi (ahli fosil) nampaknya harus menghentikan perdebatan dengan menyatakan bahwa tanda-tanda di bebatuan Ica adalah murni penipuan.

Namun sebagai subyek kontroversi, apa yang belum dibuktikan secara pasti tetap meninggalkan banyak kemungkinan dan kekakuan ilmiah. Di dunia ilmu pengetahuan, tak ada yang bisa dianggap sebagai suatu pernyataan atau disingkirkan tanpa bukti yang pasti.

Ketika ada alasan untuk mempercayai bahwa bebatuan terkenal tersebut bukan berasal dari jaman Pra-Kolombian, terdapat beberapa cerita yang mendukung keaslian mereka sama banyaknya dengan mereka yang menentang.

Para ilmuwan yang mendapat kesempatan untuk mempelajari batu-batuan Ica, meneliti bahwa mereka diukir dengan beragam peristiwa yang tidak masuk akal, entah itu sebuah alternatif sejarah atau imaginasi yang sangat kreatif. Sebuah contoh, batu-batu tersebut melukiskan manusia dan dinosaurus pada jaman yang sama.

Tidak dapat dipungkiri, cerita mengenai batu-batuan misterius ini tak lepas dari peran Dr. Javier Cabrera.


Memperlihatkan gambar monyet dan burung calibri. Ratusan garis dan gambar telah ditemukan di gurun Nasca ini, untuk gambar yang terbesar panjangnya bisa mencapai 270 meter. (INTERNET)

Kolektor utama artifak ini, Dr. Cabrera memajang peninggalan-peninggalan peradaban kuno Peru ini ke dalam sebuah museum the Museo de Piedras Grabadas (Museum Batu Berukir), yang berlokasi di desa Ica, sebelah utara Nazca Lines (serangkaian geo-glyph -gambar di atas tanah dengan menggunakan batu, kerikil, maupun tanah- yang terletak di Gurun Nazca, Peru, dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM - 700 M).

Pada saat menemukan satu batu, Cabrera berpikir dia mengenali gambar ikan yang punah diatasnya. Dari situlah dia mulai mengikuti jejak batu-batu tersebut, menemukan (dengan penduduk setempat yang menggalinya) lusinan batu pada situs yang berbeda di sekitar area itu. Cabrera memborong bebatuan itu, dan setelah beberapa lama memperoleh lebih dari 40.000 buah.

Meskipun beberapa penelitian menemukan bahwa ukiran itu terlihat memiliki lapisan yang berkarat -seperti yang akan terjadi pada ukiran yang sangat tua- penelitian lain mengindikasikan bahwa didalam alur-alurnya terdapat bakteri purba. Ada kemungkinan bahwa beberapa batu asli dibuang bersama-sama dengan batuan modern, yang hanya menambah kekacauan dan kontroversi.

Menguasai beragam penyajian yang berbeda, Dr. Cabrera mengklasifikasikan bebatuan Ica berdasarkan beberapa tema besar.


KIRI: Batu Ica yang menggambarkan pengetahuan astronomi pada masa itu, tampak orang memegang teleskop mengamati langit, diatasnya terdapat komet yang melintas diangkasa. KANAN: Batu yang menggambarkan bedah transplantasi organ. (INTERNET)

Jelas terlihat serangkaian astronomi, menggambarkan secara detail 13 konstelasi zodiak; serangkaian pengobatan, mengilustrasikan kemajuan bedah tubuh, transplantasi organ (termasuk transplantasi otak), metoda akupuntur, dan lukisan tentang kelahiran caesar; menggambarkan serangkaian bencana alam besar, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi pada masa itu membawa ke kematian mereka sendiri; serangkaian astronot, yang mengilustrasikan perjalanan manusia prasejarah dengan kapal luar angkasa; dan serangkaian binatang prasejarah yang secara kuat menggambarkan bahwa saat itu manusia hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Rangkaian bebatuan lain menggambarkan lapisan kontinental purba (termasuk peta bumi pada Tertiary Period yaitu periode pembentukan lapisan geologi kira-kira 65 sampai 1,8 juta tahun lalu), ras manusia purba, dan flora dan fauna yang tidak dikenali oleh dunia modern kita. Bahkan ada beberapa bebatuan yang sampai saat ini belum dapat diidentifikasi oleh para antropologi.

Apakah ada peradaban lain yang mungkin bahkan lebih maju daripada peradaban kita yang eksis di masa lalu? Jikalau ukiran ini benar-benar berasal dari Tertiary Period (lebih bisa dipercaya bila dibuat oleh manusia yang lebih modern, di Quaternary Period (periode pembentukan lapisan geologi antara 1.806 juta tahun lalu hingga saat ini)) apakah hal itu merujuk pada manusia purba?


KIRI: Manusia menaiki dinosaurus dan tampak memegang senjata seperti akan berburu. Coba perhatikan perbandingan manusia dengan tubuh dinosaurus, mirip perbandingan manusia sekarang dengan kuda/sapi. KANAN: Batu yang menggambarkan peta bumi pada masa purba. (INTERNET)

Apakah teori mengenai peradaban prasejarah tidak berdasar atau seperti pernyataan pengarang kontroversial Jerman Erich von Daniken, bahwa kita telah “dikaburkan oleh seluruh generasi palaentologi dan antropologi”.

Mempertimbangkan beragam contoh yang dieksplorasi pada serangkaian artikel ini untuk mengejar jawaban atas pertanyaan ini. Tentu saja bukan hanya Batuan Ica yang menunjukkan kemajuan teknologi prasejarah. (The Epoch Times/feb)

sumber:
http://www.epochtimes.co.id/serbi.php?id=95

Kamis, 14 Januari 2010

Lukisan Nasca Menimbulkan Malapetaka

Peneliti mendapati lukisan misterius yang dibuat orang Nasca Peru justru mempercepat kematian mereka sendiri akibat perubahan iklim. Teori lain mengatakan lukisan itu diukir oleh alien.


Masyarakat Nasca kuno terkenal karena lukisan di tanah yang menggambarkan binatang atau bentuk-bentuk geometris raksasa, yang hanya terlihat jelas dari udara.

Namun penelitian baru menyebut pembuatan lukisan itu justru membuat orang-orang Nasca kekurangan bahan makanan, karena kurangnya pepohonan di dekat lembah sehingga membuat iklim menjadi terlalu kering, kata para ilmuwan.

Laporan yang dibuat oleh Universitas Cambridge di Inggris menyatakan perlunya tindakan pada saat ini untuk melindungi tanah gersang di dunia.

"Sebuah peradaban kuno Amerika Selatan yang menghilang sekitar 1500 tahun yang lalu, dan membantu menyebabkan kematiannya sendiri dengan merusak ekosistem di daerahnya sendiri," kata universitas itu dalam sebuah pernyataan.

Orang Nasca membersihkan lembah untuk pertanian dengan menebang pohon-pohon huarango, sebuah spesies kunci yang dapat hidup lebih dari 1.000 tahun dan membantu mengatur kesuburan dan kelembaban tanah.

"Akhirnya, mereka menebang begitu banyak pohon sampai titik di mana ekosistem menjadi kering dan tidak dapat dikembalikan," sebut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Latin American Antiquity.

Sebelumnya, beberapa arkeolog berkesimpulan bahwa hilangnya orang Nasca pada cuaca ekstrim El Nino yang menyebabkan hujan dan bencana banjir.

"Hal ini sangat khusus untuk hutan," kata David Beresford-Jones, pemimpin studi. “Pohon Huarango adalah pohon luar biasa yang dapat memperbaiki nitrogen, dan merupakan sumber penting makanan, pakan, kayu dan bahan bakar bagi masyarakat setempat."

Akar yang menancap sangat dalam membantu menciptakan iklim mikro yang lembab, dan daunnya memberikan pupuk. Huarango yang tersisa di kawasan hutan saat ini sedang dihancurkan oleh operasi pembakaran secara ilegal.

Pernyataan mengatakan bahwa kebanyakan ahli percaya garis Nasca, di padang gurun digunakan sebagai jalur ritual suci. Teori liar mengatakan bahwa mereka diukir oleh alien.

"Kesalahan zaman pra-sejarah memberi kita pelajaran penting tentang manajemen yang rapuh, dan daerah-daerah kering di masa sekarang," kata penulis Oliver Whaley dari Royal Botanic Gardens, Kew.

Negosiator iklim dari 175 negara akan bertemu di Barcelona, Spanyol, pada tanggal 2-6 November untuk putaran akhir perundingan, sebelum pemerintah menyetujui pakta PBB yang baru dalam memerangi pemanasan global di Kopenhagen pada bulan Desember mendatang.

Di Barcelona, langkah-langkah untuk melindungi hutan tropis akan dipertimbangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pohon menyerap karbondioksida ketika mereka tumbuh dan melepaskannya ketika sudah membusuk atau dibakar.

Sumber :
anehbinunik.blogspot.com
http://apakabardunia.com/post/hijaukan_duniamu/lukisan-nasca-menimbulkan-malapetaka

Rabu, 13 Januari 2010

Nazca Lines

Di gurun, dataran tinggi Peru (Propinsi Nazca), terhampar puluhan gambar sketsa dengan ukuran yang fantastis. Begitu besarnya, sampai-sampai untuk melihat detail gambar yang jelas harus melalui angkasa, atau menggunakan wahana pesawat terbang. Pertanyaannya, bagaimana masyarakat Indian kuno di Peru membuat dan menikmati hasil karya mereka? Jelas-jelas semua gambar yang mereka buat hanya bisa dilihat dari ketinggian tertentu.

Setiap Garis-garis kontur pada Nazca Lines sendiri juga diberi perlindungan khusus oleh para pembuatnya, yaitu dengan cara memberikan mereka lapisan krikil kecil dan platina disetiap pinggiran garis,dengan demikian bentuk-bentuk kontur garis dari Nazca Lines dapat terjaga bentuknya sampai saat ini,walupun usianya sudah beribu-ribu tahun lamanya.

Nazca Lines sendiri baru mulai ramai diperbincangkan pada era tahun 1920'an. Bermula dari cerita kebanyakan para penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca,mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup (hewan) dengan dimensi yang besar.(tahun 1920'an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika)
Sejak kabar penemuan itu,para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai Nazca Line.

Dari hasil observasi,didapat kesimpulan bahwa Nazca Lines dibangun kira-kira sekitar 2000 tahun yang lalu.Namun,sampai saat ini,penjelasan mengenai peradaban manakah yang telah membuat Nazca Lines masih belum bisa dipastikan.Karena tingkat kerumitan dalam pengerjaannya. Banyak orang berbendapat bahwa Nazca Lines diciptakan oleh makhluk luar angkasa atau Alien.
Menurut mereka apakah mungkin peradaban zaman dulu dengan peralatan yang mungkin sangat sederhana mampu membuat Nazca Lines dengan bentuk yang sangat sempurna dan berdimensi besar. Pembangunnya sendiri sepertinya mengikuti kaidah astronomi,misalnya mengikuti suatu petunjuk tata letak dari rasi bintang.






more pics here:http://www.go2peru.com/gal_nazca01.htm



Sumber:
http://www.koleseloyola.com/showthread.php?t=5222&pagenumber=&5222-Nazca-Lines=

Garis-Garis Nasca

Garis-Garis Nasca

Ditulis oleh sariwibowoaang di/pada Juni 27, 2009

Salah satu gambar yang berada di garis nascaGaris-garis Nazca merupakan rangkaian geoglif yang terletak di Gurun Sechura, khususnya di Gurun Nazca, daerah yang panjangnya lebih dari 80 km antara kota Nazca dan Palpa di Peru. Geoglif ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM dan 700 M. Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal. salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.

Garis-garis Nazca sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920-an, bermula dari cerita penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca, mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup dengan dimensi yang besar. Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika.

Sejak kabar penemuan itu, para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai garis-garis Nazca.

Pembuatan

Tidak diketahui dengan pasti siapa yang membuat garis-garis Nazca. Teori utama adalah bahwa peradaban Nazca yang membuatnya, dengan menggunakan peralatan dan teknologi sederhana. Teori ini didukung dengan ditemukannya keramik dan pasak kayu di beberapa ujung garis. Selain itu, beberapa peneliti, seperti Joe Nickell dari Universitas Kentucky, telah membuat ulang garis-garis ini dengan teknologi yang kira-kira tersedia pada masa peradaban Nazca, tanpa bantuan udara.

Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersil di wilayah Amerika.

nazca-lines-2


Salah satu teori tentang tujuan dibuatnya Nazca Lines adalah bahwa orang-orang Nazca itu masyarakat yang religius dan itu dibuat agar dewa-dewa di langit bisa melihat mereka. Beberapa ilmuwan mengatakan salah satu alasan yang paling awal dibangunnya Nazca Lines adalah bahwa mereka dimaksudkan untuk menandai benda-benda angkasa di langit. Hipotesis ini dibantah oleh dua ahli yang berbeda dalam archaeoastronomy, Gerald Hawkins dan Anthony Aveni, mereka berdua menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung sebuah penjelasan astronomi. Hingga sekarang tidak ada yang tahu pasti alasan kenapa orang nazca membuat nazca lines.

sumber:
http://sariwibowoaang.wordpress.com/2009/06/page/2/

Mistery of Nazca line

Mistery of Nazca line



Nazca line…Manusia atao makhluk dari Peradaban mana yang telah menciptakannya?Lalu bagaimana cara mereka membuatnya?apakah tujuan dari pembuatan Nazca Lines itu sendiri? Peralatan apa yang mereka gunakan??Ya,semua pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan nazca line yang sering dijumpai diatas sampai saat ini masih belum bisa dijawab dengan pasti.

Nazca Lines salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri dan membingungkan sekali, layaknya misteri spot, crop circle dll yang pernah aku angkat pada blog ini.Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.

Nazca Lines terletak di Kawasan Pampa,Propinsi Nazca,Peru.Kawasan disebelah selatan Ibu Kota Peru,Lima terdiri dari hamparan tanah tandus seluas kurang lebih 450 km persegi.


Dari hasil observasi,didapat kesimpulan bahwa Nazca Lines dibangun kira-kira sekitar 2000 tahun yang lalu.Namun,sampai saat ini,penjelasan mengenai peradaban manakah yang telah membuat Nazca Lines masih belum bisa dipastikan.Karena tingkat kerumitan dalam pengerjaannya, banyak orang berbendapat bahwa Nazca Lines diciptakan oleh makhluk luar angkasa atau Alien (lagi lagi alien yang kurang kerjaan).
Menurut mereka apakah mungkin peradaban zaman dulu dengan peralatan yang mungkin sangat sederhana mampu membuat Nazca Lines dengan bentuk yang sangat sempurna dan berdimensi besar (tapi klo menurtku sih mungkin aja,soalnya teknologi-teknologi perdaban masa lampau juga top markotop lho..,nggak kalah sama teknologi masa kini).Pembangunnya sendiri mungkin mengikuti kaedah astronomi,misalnya mengikuti suatu petunjuk tata letak dari rasi bintang.


Humming bird nazca line


Guano Bird Nazca Lines


nazca linke killer whale


nazca ini map

Namun,Arkeolog banyak menghubungkan Nazca Lines dengan suatu Perada
ban Kota purba disekitar Nazca,yaitu Cahuachi. Dugaan mereka,mungkin suku-suku dari Cahuanchi lah yang talah menciptakan Nazca Lines.Sebab pada sebuah penelitian direruntuhan kota purba tersebut,selain banyak ditemukan mummi,juga terdapat semacam monumen yang menggambarkan keadaan Nazca Lines dimasa silam.Tapi mungkin saja dugaan ini salah,dimungkinkan juga sebelum peradaban Cahuachi muncul,Nazca Lines sudah ada terlebih dahulu.

Lalu,apa sebab lukisan-lukisan/citra garis dari Nazca Lines bentuknya masih bisa terjaga sampai saat ini?

Hal tsb dikarenakan kedaan iklim di daerah padang tandus Nazca sendiri sangat bersahabat bagi kelesetarian bentuk-bentuk garis Nazca Lines.dengan curah hujan yang sangat rendah ditiap tahunnya,hal ini dapat menghindarkan garis-garis Nazca Lines dari ancaman pengikisan oleh air/pemudaran oleh air.
Sebab lainnya karena struktur tanah tandus Nazca sangat keras,sehingga memungkinkan kontur-kontur garis dapat tercetak dengan padat pada tanah tanpa adanya ancaman perubahan bentuk oleh pengikisan angin sekalipun.
Setiap Garis-garis kontur pada Nazca Lines sendiri juga diberi perlindungan khusus oleh para penciptanya,yaitu dengan cara memberikan mereka lapisan krikil kecil dan platina disetiap pinggiran garis,dengan demikian bentuk-bentuk kontur garis dari Nazca Lines dapat terjaga bentuknya sampai saat ini,walupun usianya sudah beribu-ribu tahun lamanya.

Setidaknya terdapat 9 citra garis dengan bermacam-macam bentuk makhluk hidup (hewan) yang tergambar pada tanah Nasca Lines,Namun ada 7 yang terbesar diantaranya:

- The Spider, panjang 46m,
- The Monkey, panjang 55m,
- The Guanay (guano bird), panjang 280m,
- The Lizzard panjang 180m,
- The Hummingbird, panjang 50m,
- The Killer Whale, panjang 65m,
- The Pelican - yang terbesar nih - panjang 285m .

Nazca Lines sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920'an,bermula dari cerita kebanyakan para penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca,mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup (hewan) dengan dimensi yang besar.ingat kan…(tahun 1920'an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika)
Sejak kabar penemuan itu,para arkeolog dari seluruh belahan dunia berduyun-duyun datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai Nazca Line (jadi ga cuman cuci mata maksudku)


sumber:
http://www.deedaad.com/showthread.php?2101-Mistery-of-Nazca-line